Latest Posts

April 21, 2010

Mengambil pelajaran dari sifat kepiting

Alkisah saat menjelang malam hari di tepi pantai, terlihat para nelayan melakukan kegiatan, yakni menangkap kepiting yang biasanya keluar dari sarang mereka di malam hari. Kepiting-kepiting yang ditangkap oleh nelayan, sebagian kecil akan menjadi lauk santapan sekeluarga, sebagian besar akan di bawa ke pengumpul atau langsung ke pasar untuk di jual. Para nelayan itu memasukkan semua kepiting hasil tangkapan mereka ke dalam baskom terbuka.

Menariknya, baskom tersebut tidak perlu diberi penutup untuk mencegah kepiting meloloskan diri dari situ. Ada yang menarik dari tingkah laku kepiting-kepiting yang tertangkap itu. Mereka sekuat tenaga selalu berusaha keluar dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat, tetapi jika ada seekor kepiting yang nyaris meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan berusaha keras menarik kembali ke dasar baskom. Begitulah seterusnya, sehingga akhirnya tidak ada seekor kepiting pun yang berhasil kabur dari baskom. Sebab itulah para nelayan tidak membutuhkan penutup untuk mencegah kepiting keluar dari baskom. Dan kemudian mati hidupnya si kepiting pun ditentukan keesokan harinya oleh si nelayan.

Sungguh menarik kisah dari sifat kepiting tadi, mengingatkan kita pada kehidupan manusia. Kadang tanpa disadari, manusia bertingkah laku seperti kepiting di dalam baskom. Saat ada seorang teman berhasil mendaki ke atas atau berhasil mencapai sebuah prestasi, yang seharusnya kita ikut berbahagia dengan keberhasilan itu, tetapi tanpa sadar, kita justru merasa iri, dengki, marah, tidak senang, atau malahan berusaha menarik atau menjatuhkan kembali ke bawah. Apalagi dalam bisnis atau bidang lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, tidak mau kalah akan semakin nyata dan bila tidak segera kita sadari, kita telah menjadi monster, makhluk yang menakutkan yang akhirnya akan membunuh hati nurani kita sendiri.

Gelagat manusia yang mempunyai sifat seperti halnya sifat kepiting yaitu :
  1. Selalu sibuk merintangi orang lain yang akan menuju sukses sehingga lupa berusaha untuk memajukan diri sendiri.
  2. Selalu mencari dan menyalahkan pihak di luar dirinya

Jika kita bisa menyadari bahwa "Success is our right" - sukses adalah hak kita semua, maka secara konsekuen kita bisa menghargai setiap keberhasilan orang lain, bahkan selalu siap membantu orang lain untuk mencapai kesuksesannya.

Untuk itu, dari pada mempunyai niat menghalangi atau menjatuhkan orang lain, jauh lebih penting adalah kita siap berjuang dan sejauh mana kita sendiri mengembangkan kemampuan dan potensi kita seutuhnya. Sehingga hasil yang akan kita capai pun akan maksimal dan membanggakan!

read more...

April 8, 2010

Bakarlah Brosur-Brosur Anda

Maaf, mungkin judul yang saya tulis diatas membuat konsultan & desainer brosur anda (atau mungkin anda sendiri) sedikit gerah (atau bahkan mungkin jengkel). Saya juga tidak bermaksud menjelek-jelekkan karya kreativitas seseorang. Justru sebaliknya, mungkin tulisan saya kali ini bisa memberikan inspirasi bagi anda semua.

Coba anda jawab dengan bijak pertanyaan berikut ini:
  1. Seberapa besar benefit yang anda dapatkan dari brosur-brosur anda?
  2. Kapan terakhir kali pelanggan anda memberi tahu bahwa mereka memilih anda dikarenakan brosur anda?
Jika anda perhatikan secara cermat, sebagian besar brosur-brosur anda tidak mampu memberikan benefit yang signifikan selain membujuk, membosankan, dan sering ketinggalan jaman. Hmmm, mungkin saya terlalu berlebihan. Sekalipun brosur itu berguna, mungkin hanya menjadi bagian kecil saja yang memikat mereka. Kalau kita mau membuka mata dengan lebih jeli, mungkin kita akan terhenyak mendapati kenyataan bahwa lebih dari 90% brosur yang kita berikan kepada pelanggan pada akhirnya harus berakhir di "recycle bin". Apakah karena desainnya tidak menarik? Hmmm, tidak juga. Lalu mengapa demikian?

Menurut Simon Tupman dalam bukunya yang berjudul "Why Entrepreneurs Should Eat Bananas", brosur bisa berguna sepanjang anda memperhatikan 3 hal berikut ini:

- Perhatikan ego pelanggan, bukan ego anda -
Bagi sebagian besar orang dalam bisnis, promosi adalah latihan memperhatikan ego. Lihatlah sejumlah brosur (mungkin salah satunya adalah brosur anda). Pada umumnya brosur akan memberi tahu pembaca mengenai berapa lama organisasi tersebut sudah melakukan bisnis, berapa banyak karyawannya, apa produk dan layanan yang ditawarkan, serta alasan-alasan cerdas yang dimilikinya.
Banyak brosur dan berbagai bentuk promosi egosentris serupa lainnya tidak lebih dari sebuah upaya mahal dalam kesombongan perusahaan. Fokusnya selalu dekat dengan perusahaan, bukan pada pelanggan. Alhasil, mayoritas pesan yang bersifat promosi cenderung membosankan, terpusat pada diri sendiri, dan gagal membuat bisnis tampak berbeda di dalam benak pelanggan potensial. Terlebih lagi, brosur-brosur itu gagal menarik minat dan perhatian pembaca. Jika ini kedengarannya seperti materi promosi perusahaan anda, buanglah aspek egosentris dan mulailah menggunakan pesan yang secara asli menarik minat pelanggan prospektif anda.
Periksalah: jika di dalam brosur anda - pada hampir setiap kalimat, paragraf, atau gagasannya - dimulai dengan kata "Kami" atau "nama anda/perusahaan" atau hal-hal yang sekiranya bersifat egosentris, anda mungkin perlu membakarnya dan memulainya lagi.

- Buktikan kasus anda -
Jarang sekali pelanggan memilih hanya berdasarkan promosi. Promosi adalah alat untuk menghasilkan kepastian, maka alat itu akan terjadi dari campuran aktivitas promosional dan penjualan yang berbeda. Akan tetapi, cara anda mengartikulasikan pesan promosi mungkin membuat suatu perbedaan ketika pelanggan prospektif anda membuat sebuah pilihan.
Memusatkan perhatian pada lingkup produk atau jangkauan layanan anda, komitmen anda untuk layanan yang sempurna, atau desain penghargaan yang dimenangkan produk anda, tidak akan banyak membantu, terutama ketika kompetitor anda bisa menyediakan sesuatu yang serupa. Anda perlu memberi alasan yang kuat kepada calon pelanggan prospektif tentang mengapa anda harus menjadi pilihan pertama mereka.

- Berilah alasan kepada pelanggan anda -
Inti keberhasilan pemasaran di setiap bisnis adalah memahami mengapa pelanggan memilih bisnis anda di tengah persaingan yang kian kompetitif. Itulah mengapa anda selalu perlu mengajukan dua pertanyaan berikut kepada pelanggan:
1. Bagaimana anda bisa mengetahui kami?
2. Mengapa anda memilih kami?
Pertanyaan pertama penting karena akan memberikan informasi kepada anda untuk referensi dan memungkinkan kembali kepada pemberi referensi dengan balasan penghargaan yang tepat. Sedangkan pertanyaan kedua penting karena jawabannya akan memberi sebuah indikasi mengenai titik pembeda anda dari kompetitor.
Apapun media yang anda pilih, pastikan pesan anda memberi pembaca alasan mengapa mereka harus memilih anda diantara sekian pilihan perusahaan.


read more...

March 8, 2010

Hambatan menjadi kreatif

Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta/berkreasi. Tidak ada satu pun pernyataan yang dapat diterima secara umum mengenai mengapa suatu kreasi timbul. Kreativitas sering dianggap terdiri dari 2 unsur, Pertama: Kefasihan yang ditunjukkan oleh kemampuan menghasilkan sejumlah besar gagasan pemecahan masalah secara lancar dan cepat. Kedua: Keluwesan yang pada umumnya mengacu pada kemampuan untuk menemukan gagasan yang berbeda-beda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah.

Para ahli psikologi tidak sependapat mengenai kebutuhan dan motif dasar yang dimiliki manusia untuk berkreasi. Meskipun demikian, imbalan dan penghargaan nyata yang dapat diamati dapat diidentifikasikan sebagai motif manusia untuk berkreasi. Manusia yang menjadi lebih kreatif akan menjadi lebih terbuka pikirannya terhadap gagasannya sendiri maupun gagasan orang lain. Sekalipun beberapa pengamat yang memiliki rasa humor merasa bahwa kebutuhan manusia untuk menciptakan berasal dari keinginan untuk “hidup diluar kemampuan mereka”, namun penelitian mengungkapkan bahwa manusia berkreasi adalah karena adanya kebutuhan dasar, seperti: keamanan, cinta, dan penghargaan. Mereka juga termotivasi untuk berkreasi oleh lingkungannya dan manfaat dari berkreasi seperti hidup yang lebih menyenangkan, kepercayaan diri yang lebih besar, kegembiraan hidup, dan kemungkinan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.


HAMBATAN MENJADI KREATIF
Berikut adalah sejumlah hambatan-hambatan umum yang menyebabkan seseorang tidak menjadi kreatif:

Kebiasaan: Kebiasaan adalah reaksi dan respons yang telah kita pelajari untuk bertindak secara otomatis tanpa berpikir atau mengambil keputusan terlebih dahulu. Biasanya sulit dan tidak enak mengubah suatu kebiasaan, apakah kebiasaan itu baik atau buruk.

Waktu:
Kesibukan merupakan salah satu alasan orang untuk tidak menjadi kreatif. Di lain pihak, ada orang yang mempunyai waktu untuk menjadi lebih kreatif dengan mencari waktu dari 24 jam yang sama yang tersedia bagi setiap orang.

Dibanjiri Masalah:
Sebagian dari kita merasa bahwa kita berhadapan dengan begitu banyak masalah yang penting dimana kita tidak mempunyai cukup waktu dan tenaga untuk mengatasi beberapa masalah secara kreatif. Kita lalu mengabaikan semua masalah dan tidak mau mengolahnya dengan otak kita.

Tidak Ada Masalah:
Kita adalah makhluk pemecah masalah yang terus-menerus menghadapi dan memecahkan sejumlah masalah. Jika masalah kita dipecahkan secara otomatis atau menurut kebiasaan, maka kita tidak akan pernah mengenal masalah tersebut dan kita merasa bahwa kita tidak akan pernah mempunyai masalah.

Takut Gagal:
Kegagalan dapat berbentuk pengasingan, kritik, kehilangan waktu, kehilangan pendapatan, atau kecelakaan. Akan tetapi, lebih baik gagal daripada tidak pernah mencoba sama sekali.

Kebutuhan akan Sebuah Jawaban Sekarang:
Manusia tidak mau mengalami kesulitan karena tidak memiliki suatu jawaban langsung. Ketika suatu masalah dikemukakan, kita secara langsung memberikan sebuah pemecahan. Hanya jika pemecahan pertama tidak berjalan, barulah kita mau mencoba cara yang lain.

Kegiatan Mental yang Sulit Diarahkan:
Banyak diantara kita menemukan kenyataan bahwa mengerahkan tenaga fisik jauh lebih mudah dibandingkan dengan mengerahkan tenaga mental. Kita biasanya melaksanaan pekerjaan kita selama periode waktu yang cukup lama dengan hanya sedikit berpikir.

Takut Bersenang-senang:
Bagian proses pemecahan masalah secara kreatif mencakup kegiatan-kegiatan yang bersifat santai seolah-olah main-main, tetapi dipikirkan dan dipertimbangkan secara serius. Barangkali ketidaksempatan kita untuk bersantai pada waktu memecahkan masalah ada kaitannya dengan besarnya masalah yang kita hadapi atau adanya perasaan tidak aman yang kita rasakan bila menghadapi suatu masalah.
Kritik Orang Lain:
Secara tak sengaja kreativitas sering terhambat oleh kritik-kritik orang lain. Bila suatu gagasan baru diperkenalkan, kebanyakan gagasan tersebut sering dipatahkan dan diobrak-abrik orang lain. Memang kadangkala hal tersebut penting untuk membantu orang supaya tetap berpijak pada kenyataan, namun seharusnya kritik-kritik tersebut dapat menjadi pendorong bagi perbaikan kreativitas Anda sendiri.


read more...

March 6, 2010

Menemukan Ide Bisnis

Keberhasilan sebuah bisnis, terkadang tidak lepas dari yang namanya "ide". Menemukan ide bisnis bisa dikatakan gampang-gampang susah. Akan tetapi jika anda sudah terbiasa, maka hal tersebut akan sangat mudah. Lalu, bagaimana cara menemukan ide yang memiliki prospek bisnis? Ide-ide yang memiliki prospek bisnis dapat didapatkan dari hal-hal berikut ini:
  • Cita-cita. Peluang bisa muncul dari cita-cita Anda sendiri. Bila keinginan Anda untuk menjadi pebisnis sangat kuat, maka Anda akan melihat peluang-peluang di hampir semua bidang. Hampir setiap apa yang dilihat adalah peluang bisnis. Atau setidaknya, Anda secara naluri akan berupaya mencari peluang di suatu jenis usaha. Hal ini tidak akan terjadi pada orang yang tidak memiliki cita-cita menjadi pebisnis.
  • Tekanan. Bila seseorang menghadapi tekanan maka banyak gagasan yang muncul. Tekanan bisa datang dari luar, bisa pula diciptakan oleh diri sendiri. Ketika seseorang mendapatkan tekanan untuk bisa hidup dan menghidupi keluarganya, biasanya dia akan banyak berpikir untuk mendapatkan solusinya.
  • Kecenderungan pasar. Mengamati kebutuhan konsumen di pasar dapat menimbulkan peluang bisnis. Contoh: kecenderungan sebagian orang akan belanja langsung ke pabrik dengan harga murah. Maka bermuncullah factory outlet di mana-mana. Dengan berbagai promosi maka FO menawarkan barang dengan harga murah dengan kualitas barang yang dapat dijamin.
  • Inovasi baru. Gagasan untuk menciptakan produk baru timbul karena adanya kebutuhan, sementara produk itu belum ada di pasaran. Apabila kita berhasil menciptakan produk tersebut dan dibutuhkan konsumen maka kita dapat menjadi yang pertama dan menguasai bisnis tersebut (leader). Tentunya kita akan mendapatkan keuntungan yang cepat namun jangan terlena biasanya pesaing mengincar kita dengan membuat bisnis yang sama dengan kita (challenger dan para follower).
  • Komplemen dari produk yang ada. Sebuah produk dapat memberikan peluang bisnis dengan membuat produk-produk yang melengkapinya, biasanya berupa aksesori. Produk otomotif seperti mobil biasanya disertai dengan produk aksesori yang menyertainya. Seperti diketahui, aksesori semacam ini bisa menjadi peluang bagi si pembuat produk maupun perusahaan.
  • Peristiwa yang digemari atau munculnya tokoh. Suatu peristiwa bisa menimbulkan peluang baru. Contoh, adanya musim kompetisi sepak bola, muncul produk-produk seperti t-shirt yang bergambar piala, pemain sepak bola favorit, dan lain-lain. Begitu juga dengan tokoh fil yang sedang digemari, memunculkan produk yang bisa dan bahkan laris dijual. Contohnya boneka Dora, Pokemon, Spongebob, dan lain-lain.
  • Wawasan. Orang yang wawasannya luas, pergaulannya luas dan dia mau berpikir, maka akan menemukan peluang bisnis. Misalnya seseorang yang sering melihat bisnis yang dilakukan di luar negeri (bisa didapatkan dari media massa atau berkunjung) dan bisnis tersebut belum ada di negaranya, ini merupakan cara untuk mendapatkan peluang bisnis. Wawasan bisnis bertambah luas bukan hanya dengan cara pergi ke luar negeri, namun dapat juga dengan membaca majalah, buku, dan membaca di internet. Selain itu bisa juga melalui banyak bergaul dengan teman, relasi, dan saudara yang kebetulan menjalankan bisnis.
  • Bahan bacaan. Membaca, selain menambah wawasan dan pengetahuan, juga bisa menimbulkan gagasan yang mengandung peluang bisnis. Bahan bacaan bisa dari berbagai media. Bila Anda memang sedang berpikir keras mencari peluang, ketika Anda membaca iklan produk barang atau jasa, ada kemungkinan Anda mendapatkan peluang bisnis. Peluang yang Anda dapatkan bisa berbeda dengan yang diiklankan. Ada yang mengatakan bahwa peluang bisnis bisa didapat dari "Yellow Pages" (yang berisi direktori atau iklan). Minimal Anda akan mendapatkan 20 gagasan berpeluang dari membacanya. Semakin banyak media yang menyajikan halaman kuning yang Anda baca- misalnya halaman kuning dari berbagai media negara- semakin banyak peluang yang akan Anda dapatkan.
  • Ide yang muncul tiba-tiba. Kadangkala gagasan bisa muncul tiba-tiba, di mana saja dan kapan saja. Hampir setiap orang mengalaminya. Tetapi tidak banyak orang yang bisa mewujudkan gagasan menjadi usaha nyata yang membawa keuntungan. Kebanyakan orang melupakan ide-ide yang tiba-tiba muncul, dia tidak bisa melihat bahwa idenya bisa menjadi suatu peluang bisnis.
Perlu disadari dan diyakini bahwa melihat peluang yang dapat dijadikan sebuah bisnis itu bisa dipelajari dan dilatih. Latihlah kepekaan Anda untuk mendapatkan peluang bisnis. Ada satu cara yang bisa anda terapkan, bila anda ingin berlatih (ini pun sering saya lakukan). Caranya, seringlah jalan-jalan ke mal. Bayangkan Anda melihat uang di setiap dompet atau tas orang yang berjalan-jalan di mal tersebut. Kalau Anda melihat pada orientasi pasar, Anda bisa melihat dan membayangkan, ke mana saja uang itu ditransaksikan. Dari situ diharapkan Anda bisa menemukan sebuah ide yang memiliki prospek bisnis.
read more...